Banjarmasin dikenal sebagai Kota Seribu Sungai karena banyaknya sungai – sungai yang mengaliri kota ini dan digunakan sebagai salah satu sarana oleh masyarakatnya. Karena banyaknya sungai tersebut maka diperlukan pula jembatan untuk menyambung jalan sebagai sarana transportasi darat. Panjang dan bentuknya jembatan pun beragam menyesuaikan lebar dari sungai – sungai tersebut. Adapun jembatan – jembatan yang terpanjang di kota ini beberapa diantaranya adalah :
1. Jembatan Barito
Jembatan Barito adalah jembatan yang membelah Sungai Barito di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Indonesia. Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan pulau kecil (Pulau Bakut) selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 - 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan.
Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tahun 1997 oleh Presiden Soeharto.
2.Jembatan Rumpiang
Jembatan Rumpiang adalah jembatan yang membentang di atas sungai Barito, kota Marabahan, kabupaten Barito Kuala. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 25 April 2008. Dengan hadirnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas dari Kota Marabahan menuju Banjarmasin dan sebaliknya yang sebelumnya harus menggunakan kapal feri untuk menyeberangi Sungai Barito.
Jembatan Rumpiang sendiri memiliki total panjang bentang 753 meter dengan bentang utama sepanjang 200 meter menggunakan konstruksi pelengkung rangka baja. Pembangunan Jembatan Rumpiang dimulai sejak akhir tahun 2003, menggunakan dana baik dari APBN maupun APBD Kabupaten Barito Kuala dan Pemprov Kalimantan Selatan sebesar Rp174,5 miliar.
1. Jembatan Barito
Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tahun 1997 oleh Presiden Soeharto.
2.Jembatan Rumpiang
Jembatan Rumpiang sendiri memiliki total panjang bentang 753 meter dengan bentang utama sepanjang 200 meter menggunakan konstruksi pelengkung rangka baja. Pembangunan Jembatan Rumpiang dimulai sejak akhir tahun 2003, menggunakan dana baik dari APBN maupun APBD Kabupaten Barito Kuala dan Pemprov Kalimantan Selatan sebesar Rp174,5 miliar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar